DAFTAR ISI

Kamis, 08 Maret 2012

Jilid 1 : Pandangan Berpikir dan Rancang Bangun Berbuat

Mempunyai banyak gagasan dan pemikiran namun tidak punya banyak waktu untuk mengungkapkannya adalah sebuah ketidakberuntungan bagi saya. Terlebih, jika memang gagasan itu bersifat kondisional dan insidental dimana tidak selamanya hal itu terus berada dalam pikiran. Setidaknya jika kita sempat menulisnya dalam sebuah artikel atau entri, pemikiran itu tidak akan hilang meski kita lupa. Sehingga pada kali ini, saya sempatkan waktu yang saya miliki, meski tidak terlalu banyak, untuk membicarakan beberapa tema yang mungkin menarik untuk dibicarakan. Tidak seperti posting-posting sebelumnya, tema-tema kali ini akan dituangkan dalam bentuk yang lebih sistematis sehingga lebih memudahkan dalam pemindaian ke dalam otak (re: membaca).

Kali ini saya mengangkat tema tentang latar belakang berpikir dan pandangan kedepan berbuat. Dilihat dari segi bahasa yang saya gunakan, mungkin pembaca akan menganggap bahwa saya kurang sistematis, selalu mengedepankan kata yang kurang lazim digunakan, dan penggunaan kata yang kurang efektif. Sehingga mungkin pembaca akan merasa kebingungan dalam memahami kalimat yang secara gramatikal tidak terlalu tepat. Seolah-olah saya sedang berbicara dengan diri sendiri tanpa menghiraukan orang sekitar. Secara substansial, setiap kalimat yang saya utarakan adalah buah dari opini subjektif saya tanpa adanya pembenaran atau penyalahan. Sehingga dalam hal ini, pendapat pembaca akan berbeda dengan saya.

Jilid I : Pandangan Berpikir dan Rancang Bangun Berbuat. Itu adalah kata-kata yang sangat sering saya dengar dari orang tua saya. Itulah mengapa saya mengangkat tema ini sebagai pembicaraan awal.
Seperti biasa, tidaklah orang mengerti isi tanpa membuka kulitnya. Biar bagaimanapun, dalam pembicaraan yang membahas sebuah pengertian, seharusnya kita tau apa arti katanya terlebih dahulu.

Jumat, 06 Januari 2012

Tentang Anak Lusuh

secara arti kata, mungkin nama panggilan sejak kecil saya bukan nama yang mentereng untuk urbanis dan orang ‘gaul’. ya, nama panggilan saya adalah ade. dan artinya, Anak DEsa. saya terlahir dari rahim seorang ibu tercantik se-jagat raya ini pada hari jumat 28 mei pukul 9 malam. tapi anehnya, sifat dasar ‘cantik’ dari ibu tidak menurun ke saya.

Anda Salah Jurusan, Pak!!!

dari Saudara di Jember, saya punya cerita dengan pengubahan. panggil saja Pak Cin

suatu ketika, Pak Cin ingin pergi ke Jakarta menggunakan pesawat. Dalam sebuah pesawat, kita tahu bahwa kita akan mendapat tiket dimana dalam tiket tersebut telah tertulis nomor tempat duduk kita. Kita tinggal mencari nomor yang sesuai dan duduk dengan manis untuk sampai ke tujuan. Ketika hendak mencari tempat duduk, Pak Cin bingung karena ternyata tempat duduknya sudah ditempati oleh orang lain. Lantas, dia mencari pramugari untuk mengkonfirmasi.

Jumat, 30 Desember 2011

Tentang Memelihara Sebuah Gagasan

orang itu kini berbaring lemah tak berdaya..
sementara pikirannya menjangkau luasnya langit..
tapi apadaya ketika hanya sebuah papan nama dan iringan doa yang menyambutnya..
mengubur semua gagasan bersamanya..

kenapa sebuah wahyu bisa terpelihara sekian lama, sehingga tidak hanya segelintir orang yang mengetahuinya?
kenapa ilmu pengetahuan bisa berkembang sedemikian rupa, sehingga tidak hanya sedikit orang yang mempelajarinya?
kenapa sebuah gagasan bisa begitu dikenang orang, sehingga penggagas itu mampu dikenal jutaan orang setelahnya?
kenapa hukum Archimedes masih ada dan kita pakai sementara orangnya sudah tiada?
semua itu tidak musnah, tidak hilang, dan tidak terkubur dalam-dalam. Wahyu, gagasan, ilmu pengetahuan, dan hukum-hukum. semuanya terus ada dan terus dikenang. bagaimana bisa?

Senin, 19 Desember 2011

Dimanfaatkan dan Disiakan

mana dibawah ini penggunaan kata ‘manfaat’ yang tepat?
a. kalau punya waktu kosong, biasanya saya manfaatkan untuk nongkrong.
b. kalau aku punya duit sisa atau menemukan di jalan, aku manfaatkan buat beli rokok

jawaban:
secara struktural dan gramatikal, mungkin tidak ada masalah. kedua pilihan bisa digunakan. tapi mari kita tengok lebih dalam.. mana yang benar-benar tepat?

Minggu, 18 Desember 2011

Jalan Ditempat

“SIAAAAAAAAP GRAKK!!” “JALAN DITEMPAAAAAT GRAKK!”

hehe.. apa jadinya ya kalau kehidupan ini hanya dikomando oleh dua perintah itu? tentu tidak akan ada cerita, cinta, dan dinamika. hidup akan berjalan statis dan itu-itu saja. ‘jalan ditempat’ di sini bukan berarti kita tidak bergerak sama sekali dalam arti fisik, tetapi kita tidak berkembang. berkembang dalam kedewasaan, ideologi, dan tingkah laku. kita tidak bisa selamanya jadi anak-anak yang tidak punya beban bersikap dan tanggung jawab berbuat. tidak juga menjadi orang yang berideologikan lama dimana
“uang itu bukan segalanya, tapi segalanya itu butuh uang”. dan tidak juga menjadi orang yang bertingkah sama terus menerus. maka, di sinilah kita berada saat ini. berada pada masa yang sudah tidak lagi dikomando, masa peralihan ke bentuk dewasa, masa pencarian ideologi, dan masa bergejolak. ya, masa muda. saya sepakat mengatakan bahwa kita memang muda. punya gairah tinggi, berpikir kritis, progresif, dan berontak.