DAFTAR ISI

Jumat, 30 Desember 2011

Tentang Memelihara Sebuah Gagasan

orang itu kini berbaring lemah tak berdaya..
sementara pikirannya menjangkau luasnya langit..
tapi apadaya ketika hanya sebuah papan nama dan iringan doa yang menyambutnya..
mengubur semua gagasan bersamanya..

kenapa sebuah wahyu bisa terpelihara sekian lama, sehingga tidak hanya segelintir orang yang mengetahuinya?
kenapa ilmu pengetahuan bisa berkembang sedemikian rupa, sehingga tidak hanya sedikit orang yang mempelajarinya?
kenapa sebuah gagasan bisa begitu dikenang orang, sehingga penggagas itu mampu dikenal jutaan orang setelahnya?
kenapa hukum Archimedes masih ada dan kita pakai sementara orangnya sudah tiada?
semua itu tidak musnah, tidak hilang, dan tidak terkubur dalam-dalam. Wahyu, gagasan, ilmu pengetahuan, dan hukum-hukum. semuanya terus ada dan terus dikenang. bagaimana bisa?
sekarang mari kita jawab dulu pertanyaan ini. darimana kita tahu wahyu?, darimana kita belajar ilmu pengetahuan?, darimana kita tahu gagasan orang?, dan darimana kita tahu hukum archimedes?, satu jawaban, dan saya yakin kita semua setuju.yaitu dari MEMBACA. kita membaca sehingga kita tahu, kita membaca sehingga kita mengenang penggagas, kita membaca sehingga yang kita baca itu tidak musnah. itulah kenapa semua itu terus ada.
tapi titik utama bukan hanya pada itu. kita telusuri lagi, kenapa bisa kita membaca wahyu, padahal wahyu dari Allah bukan dalam bentuk tulisan? bagaimana kita bisa membaca gagasan orang, padahal kita tidak bisa membaca pikiran orang lain?
satu jawaban lagi, dan saya yakin kita semua juga setuju. Karena TULISAN. sebuah wahyu ditulis menjadi kitab, sehingga wahyu itu bisa dibaca orang lain dan tidak terkubur bersama pembawanya. sebuah gagasan dan ilmu pengetahuan ditulis menjadi buku yang semua orang bisa mempelajarinya sehingga gagasan dan ilmu pengetahuan itu tidak fana.
sebuah bait di atas menggambarkan bagaimana orang yang mempunyai gagasan, tapi gagasan itu hanya ada dalam pikirannya, sehingga terkubur bersamanya ketika ia meninggal. bahkan keturunannya pun tidak tahu keberadaanya. bayangkan jika kita adalah orang itu. kita punya cerita, punya ideologi, punya pemikiran, dan punya gagasan. kenapa tidak kita tuangkan?
saya mulai membuat blog karena terinspirasi dari orang yang bisa dibilang berpengaruh bagi banyak orang yang saya kenal. saya mengagumi, bukan dari bentuk wajah dan tubuhnya, melainkan gagasannya. orang itu berkata pada saya, ‘menulislah, maka kau tidak mati’. kira-kira seperti itu. mungkin agak berlebihan ketika pertama saya menanggapinya tetapi saya kemudian berpikir. Luar biasa!! betapa banyak gagasan dan cerita dari masa lampau yang terbuang olehku? kini saya terbangun, meskipun masih merangkak, untuk mengungkapkan pikiran dan ceritaku.. dan untuk orang itu, terima kasih..