“SIAAAAAAAAP GRAKK!!” “JALAN DITEMPAAAAAT GRAKK!”
hehe.. apa jadinya ya kalau kehidupan ini hanya dikomando oleh dua perintah
itu? tentu tidak akan ada cerita, cinta, dan dinamika. hidup akan berjalan
statis dan itu-itu saja. ‘jalan ditempat’ di sini bukan berarti kita tidak
bergerak sama sekali dalam arti fisik, tetapi kita tidak berkembang. berkembang
dalam kedewasaan, ideologi, dan tingkah laku. kita tidak bisa selamanya jadi
anak-anak yang tidak punya beban bersikap dan tanggung jawab berbuat. tidak juga
menjadi orang yang berideologikan lama dimana
“uang itu bukan segalanya, tapi
segalanya itu butuh uang”. dan tidak juga menjadi orang yang bertingkah sama terus menerus. maka, di sinilah kita berada saat ini. berada pada
masa yang sudah tidak lagi dikomando, masa peralihan ke bentuk dewasa, masa
pencarian ideologi, dan masa bergejolak. ya, masa muda. saya sepakat mengatakan
bahwa kita memang muda. punya gairah tinggi, berpikir kritis, progresif, dan
berontak.
lantas, apa yang jadi permasalahannya? ada dua hal yang akan selalu jadi
kontroversial sepanjang hayat. pertama, masa muda itu adalah masa pendek dalam
hidup. kita punya semangat tinggi, fisik yang baik, dan pemikiran yang jitu.
maka, masa muda tu dibuat senang-senang saja, soalnya tidak akan merasakan lagi
masa seperti ini. kedua, justru karena itu, kita harus memanfaatkan masa muda
itu untuk hal yang baik sebagai investasi masa depan.
itu pilihan, dan tiap orang beda pendapat.. saya suka tempe, dan anda tak
berhak memaksa saya untuk tidak suka tempe. begitulah adanya soal pendapat dan
selera. tapi satu hal yang sebaiknya dicamkan, jangan bikin hidup kita seperti
undur-undur yang berjalan ke belakang, atau hanya bisa jalan ditempat. kita
muda, kita bisa!!!