DAFTAR ISI

Senin, 19 Desember 2011

Dimanfaatkan dan Disiakan

mana dibawah ini penggunaan kata ‘manfaat’ yang tepat?
a. kalau punya waktu kosong, biasanya saya manfaatkan untuk nongkrong.
b. kalau aku punya duit sisa atau menemukan di jalan, aku manfaatkan buat beli rokok

jawaban:
secara struktural dan gramatikal, mungkin tidak ada masalah. kedua pilihan bisa digunakan. tapi mari kita tengok lebih dalam.. mana yang benar-benar tepat?

sebelumnya, kita harus tau dulu apa itu arti kata manfaat, dimanfaatkan, dan bermanfaat. manfaat di sini saya artikan menggunakan daya guna suatu hal untuk sesuatu yang baik dan berguna. dimanfaatkan berarti digunakan daya gunanya. bermanfaat berarti mempunyai daya guna untuk hal baik. nah, sekarang kita tau arti kata itu. mari kita identifikasi kedua kalimat di atas. kalimat ‘a’ menggunakan kata ‘manfaat’ untuk nongkrong.kita lihat, apakah nongkrong itu mempunyai daya guna yang baik untuk kita? apakah nongkrong lebih berguna atau lebih mudhorot? bagaimana dengan belajar atau berolahraga?. tentunya nongkrong bukanlah hal yang bermanfaat… 

sedangkan kalimat ‘b’ menggunakan kata manfaat untuk membeli rokok.kita lihat juga, apakah rokok itu berguna buat tubuh kita? apa tubuh kita butuh asap? tentu tidak.
lalu, jika kita ganti kalimat itu menjadi:
a. kalau punya waktu kosong, biasanya saya sia-siakan untuk nongkrong, dan
b. kalau aku punya duit sisa atau menemukan di jalan, aku sia-siakan untuk beli rokok,
bagaimana kedengarannya? mungkin tidak terbiasa, tapi itulah kata yang sebenarnya secara istilah benar-benar tepat. bukan hanya benar secara harfiah dan gramatikal, tetapi juga pemaknaannya.
tapi bukan hanya penggunaan kata ‘manfaat’ yang saya tekankan di sini. apakah kita mengorbankan hal untuk yang bermanfaat atau yang sia-sia. itulah hal yang terpenting. bagaimana kita bisa menentukan untuk ‘memanfaatkan’ atau ‘menyia-nyiakan’ daya yang kita punya. jika kita di jalan yang benar, tentu akan memilih untuk memanfaatkan daripada menyiakan. tapi, sekali lagi, tiap orang punya pendapat. saya suka tempe, dan orang lain tidak bisa memaksa saya untuk tidak suka tempe. jadi, diri kita lah sebagai penentunya. kita muda, kita bisa!!