secara arti kata, mungkin nama panggilan sejak kecil saya bukan nama yang mentereng untuk urbanis dan orang ‘gaul’. ya, nama panggilan saya adalah ade. dan artinya, Anak DEsa. saya terlahir dari rahim seorang ibu tercantik se-jagat raya ini pada hari jumat 28 mei pukul 9 malam. tapi anehnya, sifat dasar ‘cantik’ dari ibu tidak menurun ke saya.
bukan karena saya cowok, tapi entah kenapa memang gen berparas elok itu tidak sampai ke saya.. tapi tak apa lah. yang penting saya tetap anak ibu yang cantik.
terlahir dan besar di desa, tidak cukup untuk membuat saya minder. Justru karena itu, saya lebih percaya diri dan enjoy saja melakukan apapun. bisa dibilang, ber-title ‘orang desa’ itu aset untuk melakukan hal apapun. saya tidak perlu malu dan minder, toh jika orang-orang memanggil saya ndeso, saya memang dari desa. apa salahnya?
kehidupan kecil saya agak ironis. saya sekolah di TK dekat dengan rumah saya. Tapi bukannya datang paling awal, saya justru sering datang terlambat. tak heran jika waktu itu saya selalu disorak-soraki oleh teman-temanku. ‘wuuuuuuuuu……’ saat istirahat, karena rumah saya dekat, maka saya pulang untuk makan. dan tidak kembali ke TK.hhe, saya hobi menakut-nakuti guruku dengan ulat bulu. kami sering tertawa melihat guru kami menangis gara-gara takut ulat itu. aku salut dengan guruku. betapa tabahna beliau waktu itu. dialah guru teladan dan teladannya para guru.. ajib,
masa kecil adalah masa menyenangkan, tidak begitu benar bagi saya. saya terlindas sepeda motor, digigit ular berbisa, dan berkelahi. entah apa yang terjadi jika waktu itu tidak ada yang menolong. saya bersyukur masih bisa menulis blog saat ini. benar-benar bersyukur.
lulus TK, saya ke SD yang jauh karena harus pindah kecamatan.hehe, tidak terlalu banyak cerita yang bisa diungkapkan, bukan karena tidak mengenang, tapi kebanyakan memang saya sudah lupa..intinya, 6 tahun saya belajar dan meneruskan ke jenjang selanjutnya sampai saat ini (kuliah). begitulah